Tubuh itu telah lemah tiada daya
Ceria telah terenggut bersama nyawa
Sebuah harapan terpendam bersama raga
Hanya untaian doa-doa yang akan bersama
Kini, tubuh itu tak lagi utuh seperti sediakala
Hancur lebur bersama tangis keluarga
Beribu kalimat pengandaian dimulai kata jika
Jika kau masih ada, kita akan tertawa bersama
Hey tuan sang pemilik nisan
Bagaimana cerita tidur panjangmu?
Kisah tahun lalu masih terasa seperti bulan lalu
Semua nyata tapi terasa semu
Senin, selasa, rabu, hingga minggu
Engkau meninggalkan kami dalam ruang rindu
Ruangan kecil yang berisi haru
Pilu membiru ketika mengingat namamu
Hanya satu kalimat yang terucap selalu
Semoga kedamaian terus bersamamu