![]() |
| pict: Medium.com |
Aku dan kamu
Yang berjarak antara ruang dan waktu
Ruang dan waktu yang kian membelenggu diantara kata manisnya rindu
Rasa rindu hanya terucap di bibir dan memberontak di dalam kalbu
Satu pesan tersirat untukmu, aku sungguh menyayangimu
Aku dan kamu, terpisah jauh oleh jarak
Sesuatu hal yang tak nampak pasti, namun membuat kita sulit
untuk bergerak
Hingga rindu pun tau, bahwa masing-masing dari hati kita kian
bergejolak
Rasa yang tak tersampaikan, menggiring pikiran untuk kembali
berontak
Karena rasa, kita dipermainkan begitu mudahnya
Alih-alih berusaha, nyatanya kian tak berdaya
Lagi-lagi kita duduk diujung nestapa, dengan hati sesak dan
pikiran hampa
Sesekali aku mengobati hati dengan melihatmu di linimasa
Diujung sore ku menatap senja, dalam rindu ku titipkan salam
Langit sore telah membaur dengan temaram
Rona jingga berubah menjadi buram
Rasa hati yang biasanya menyala terang, kini ia meredup dan
padam
Aku luluh pada suasana malam yang kian kelam
Membuat panca indraku terbungkam oleh diam
Aku menyerah pada keadaan, hingga aku mencintaimu dalam diam
